Wednesday, October 18, 2017

Peri bumi bukan pribumi

Disclaimer : Tulisan ini hanya unek unek seseorang masyarakat jabodetabek yang hampir menghabiskan separuh hidupnya di Jakarta tidak ada unsur politik.

Pertama dengan berbesar hati saya ucapkan selamat bertugas gubernur Dan wakil gubernur Jakarta yang menang dari hasil kerja keras saracen dalam mengadu domba masyarakat Indonesia khususnya wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, semoga gak mengecewakan meskipun tahu akan seperti apa *gaboleh suudzon cuy* diriku berharap kalau bisa busway semakin dipertanyakan apalagi yg koridor 9. Saya tambah gak semangat aja liat pelantikan di TV dan secara langsung karena bikin macet dan kebetulan Saya ada keperluan jadi gak tahu Hari Senin tanggal 16 Oktober 2017 pak gubernur dan wakilnya sudah baru. Bahkan pada eranya Fauzi Bowo Saya sempet nonton walau hanya sekilas di TV.
Stasiun TV berlomba untuk menayangkan Pelantikan secara live. Hal yang membuat saya mengernyitkan dahi adalah kalimat "pribumi berkuasa di negeri sendiri"...... well peri bumi kan Mimi peri ini hanya homofon saja. Sungguh jayus diriku. Istilah pribumi sendiri digunakan pada penggambaran kolonialisme pada penjajahan belanda. Kata "Pribumi" yang masih terngiang pada saat saat ini ketika di masa krisis 1998 untuk menghindari tokonya hancur terbakar maupun terjarah  dari amukan rakyat.(Soalnya masih ada sisa2 ruko yg hancur karena Ada tulisan milik Pribumi)

Karena Saya lagi pms jadi Saya akan lanjutkan lagi nanti disunting dikit

FdH

No comments:

Post a Comment